Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polri atas keberhasilan mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM KontraS, Andrie Yunus. Ia menilai langkah cepat aparat menjadi sinyal penting bahwa negara tidak tinggal diam terhadap aksi kekerasan yang mengancam ruang demokrasi.
Fernando menegaskan, pengungkapan kasus ini patut diapresiasi karena dilakukan di tengah tekanan publik yang tinggi serta kompleksitas isu yang berkembang.
“Kami memberikan apresiasi kepada Polri yang telah bekerja cepat, terukur, dan menunjukkan keseriusan dalam mengungkap kasus ini. Ini menjadi bukti bahwa aparat tidak abai terhadap kejahatan yang menyasar aktivis,” ujar Fernando.
Menurutnya, respons sigap dari kepolisian tidak hanya berdampak pada penegakan hukum semata, tetapi juga berperan dalam meredam spekulasi liar di masyarakat yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Ketika aparat bergerak cepat dan transparan, ruang bagi disinformasi menjadi lebih sempit. Ini penting untuk menjaga stabilitas sosial dan kepercayaan publik,” lanjutnya.
Fernando juga menilai bahwa pengungkapan ini merupakan langkah awal yang krusial dalam memastikan keadilan bagi korban sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan serupa di masa mendatang.
“Penegakan hukum yang tegas seperti ini harus menjadi standar. Siapa pun pelakunya, harus diproses tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Meski memberikan apresiasi, Fernando mengingatkan bahwa pekerjaan belum selesai. Ia mendorong agar Polri terus mengembangkan kasus ini secara menyeluruh hingga seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap.
“Apresiasi ini tidak berarti selesai. Justru ini awal dari pembuktian bahwa hukum benar-benar ditegakkan sampai ke akar. Jika ada pihak lain di belakangnya, itu juga harus dibuka,” katanya.
Ia berharap Polri tetap konsisten menjaga profesionalisme dan independensi dalam setiap tahapan proses hukum, serta terus memberikan informasi yang akurat kepada publik.
“Kepercayaan publik adalah aset utama. Dengan kerja yang profesional dan terbuka, saya yakin Polri mampu menuntaskan kasus ini secara adil,” pungkas Fernando.


Tinggalkan Balasan