Jakarta – Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia turut berduka cita yang amat terdalam atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas dilindas kendaraan taktis polisi di sekitar Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia (PIP Indonesia), Fitra, bahwa peristiwa tersebut merupakan tragedi yang memang tidak di inginkan oleh pihak manapun serta tidak seharusnya terjadi.
“Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya serta keselamatan dan kesejahteraan masyarakat secara umum dijamin oleh negara berdasarkan beberapa pasal dalam UUD 1945”, jelas Fitra.
PIP Indonesia menganalisa dan melihat bahwa dalam aksi yang terjadi diperlukan langkah tegas, cepat, dan transparan dari pihak kepolisian agar tidak terjadi spekulasi liar di masyarakat. Kepercayaan publik terhadap POLRI proses hukum harus dijaga, dan ini dapat tercapai ketika semuanya sama sama berkolaborasi serta saling mengerti lalu ada solusi.

Fitra menjabarkan bahwa masyarakat perlu memberikan ruang kepada penegak hukum untuk bekerja sesuai prosedur dan tidak terpancing provokasi antara masayarakat dengan kepolisian supaya tidak memperkeruh suasana dan mengganggu kondusifitas keamanan di Jakarta maupun daerah lainnya serta Negara Indonesia.
“Dan kita percayakan serta kawal proses hukum yang sedang di tempuh. Jangan sampai tragedi ini menjadi momentum lalu dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik praktis atau memecah belah bangsa. Kita semua harus bersatu menjaga keadilan dan kedamaian,” lanjut Fitra.
PIP Indonesia menutup, mari sama sama kita bergandengan tangan jaga persatuan rawat bangsa dan Negara jangan sampai kasus serupa terjadi lagi serta untuk mengarah lebih baik lagi.
Tinggalkan Balasan