Jayapura – Menjelang peringatan HUT Operasi Papua Merdeka 1 Desember, sebuah kegiatan diskusi publik dan deklarasi digelar oleh Aliansi Sentani Bersatu Sejahtera atau ASBS Papua, dengan fokus utama menolak aktivitas separatis serta menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah demi kemajuan Tanah Papua 30/11/2025.

Acara ini berlangsung di Cafe Howe, Jalan Ifar Besar, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kegiatan diskusi yang dihadiri masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan perwakilan komunitas lokal ini menghadirkan tiga tokoh adat berpengaruh, yakni:

Jhon Maurits Suebu, selaku Ketua ASBS,

Syos Sokay, S.Sos,

dan Pdt. Helen Monim.

Dalam diskusi tersebut, para tokoh adat menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di Sentani dan wilayah Papua pada umumnya, terutama menjelang momen sensitif peringatan 1 Desember yang sering dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyebarkan narasi separatis.

“Saat ini masyarakat Papua membutuhkan ketenangan untuk bekerja, berusaha, dan membangun. Kami menolak segala bentuk ajakan yang memecah belah, dan mendukung program pemerintah yang bertujuan membawa kesejahteraan bagi rakyat Papua.

Para tokoh adat lainnya juga menekankan bahwa pembangunan hanya dapat tercapai melalui sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh isu provokatif dan tetap menjaga persatuan.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan Deklarasi Aliansi Sentani Bersatu Sejahtera, yang berisi komitmen bersama untuk:

1. Menolak aktivitas separatis di Tanah Papua,

2. Menjaga situasi yang aman dan damai,

3. Mendukung kebijakan pemerintah yang dinilai membawa dampak positif bagi pembangunan Papua.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ASBS berharap warga Sentani semakin solid dalam menjaga kedamaian dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Demikian laporan kegiatan diskusi dan deklarasi Aliansi Sentani Bersatu Sejahtera dari Sentani, Papua.

Temukan juga kami di Google News.