Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Palembang K.H. Muhammad Soni Suharsono mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan insiden pengemudi ojek online (ojol) sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

K.H. Soni menyampaikan hal itu merespons insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas pengemudi ojol hingga meninggal dunia saat pembubaran massa aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.

“Mari kita percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Kita serahkan prosesnya sesuai hukum yang berlaku, tanpa harus melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan bangsa,” ujarnya dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Dia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan (21) dalam insiden tersebut. Dia berharap kejadian itu dapat menjadi pelajaran bersama bagi seluruh pihak.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah subhanahu wa taala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucapnya.

K.H. Soni juga mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang meminta masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan persaudaraan nasional, serta menghindari segala bentuk provokasi dan tindakan anarkis.

“Presiden dan Kapolri sudah memberikan arahan yang tegas. Mari kita patuhi bersama, jaga suasana tetap kondusif, dan hindari gerakan yang justru merugikan kita semua,” pesan dia.

Sebagai pengasuh pondok pesantren, K.H. Soni turut mengajak para santri, alumni, dan masyarakat luas untuk menjadi penyejuk di tengah lingkungan masyarakat dan menjaga nilai-nilai persaudaraan.

“Kepada para santri, alumni, dan masyarakat luas, mari kita jaga persaudaraan, kedamaian, dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi dan jadilah peneduh di tengah situasi bangsa. Persatuan adalah kunci menjaga keutuhan negara,” imbaunya.

Insiden rantis Brimob melindas pengemudi ojol, Affan, terjadi pada Kamis (28/8) malam, setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.

Akibatnya, kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan. Adapun insiden rantis melindas pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan juga minta maaf kepada keluarga almarhum terkait musibah yang terjadi,” kata Kapolri, Jumat dini hari.

Sementara itu, Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Polisi Abdul Karim mengatakan pihaknya sedang memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya terkait insiden tersebut. Ketujuh anggota itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak korban.

Karim di Jakarta, Jumat dini hari, memerinci bahwa ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang sedang diperiksa itu, antara lain, Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.

Temukan juga kami di Google News.