Jayapura – Sejumlah tokoh gereja dari berbagai denominasi di Kota Jayapura menyampaikan seruan moral kepada seluruh umat Kristiani di Papua untuk turut menjaga situasi kondusif menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Provinsi Papua pada 6 Agustus 2025.

Dalam pernyataan bersama, para pendeta menegaskan komitmennya untuk mendukung PSU yang aman, damai, dan bermartabat, serta mengajak jemaat di seluruh wilayah agar tidak golput dan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilih secara bebas dan sesuai hati nurani.

Pernyataan ini disampaikan oleh sejumlah pimpinan gereja di Jayapura, antara lain:

* Pdt. Anthon Kogoya, S.Th (Gereja Baptis Papua)
* Pdt. Jhon Ayomi, S.Th (GPdI)
* Pdt. Agus Sueni, S.Th (GBGP)
* Pdt. Melki Wakum, S.Th (GPKAI)
* Pdt. Janjte Welem, S.Th (KINGMI Papua)
* Pdt. Ronal (KINGMI Papua)
* Pdt. Edy Patty, S.Th (GGP)
* Pdt. Yan Piet Manobi, S.Th

Seruan Damai dan Penghormatan Hak Demokrasi

Dalam pernyataannya, para hamba Tuhan ini menekankan bahwa momentum PSU harus menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan demokrasi di Tanah Papua, bukan sebagai ajang konflik atau perpecahan. Mereka menyampaikan bahwa partisipasi aktif umat dalam pemilu adalah bentuk tanggung jawab iman dan kebangsaan.

“Kami menghimbau kepada semua umat Tuhan untuk berbondong-bondong datang ke TPS pada 6 Agustus 2025. Pilihlah sesuai dengan hati nurani, dalam damai, tanpa paksaan, dan tetap menjaga kasih persaudaraan di tengah perbedaan,”* ujar Pdt. Anthon Kogoya.

Doa dan Harapan untuk Papua Damai

Para pemimpin gereja juga mengajak seluruh jemaat untuk mendoakan agar proses PSU berjalan lancar, adil, dan dijauhkan dari provokasi atau kekerasan. Mereka meyakini bahwa damainya Papua adalah bagian dari berkat dan anugerah Tuhan yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kami percaya bahwa damainya Papua adalah kehendak Tuhan. Mari kita buktikan bahwa umat Tuhan mampu menjadi teladan dalam menjaga kedamaian dan keadaban demokrasi,”* ujar Pdt. Jhon Ayomi.

Dukungan Moril kepada Penyelenggara dan Aparat Keamanan

Lebih lanjut, para pendeta juga menyampaikan apresiasi dan dukungan moral kepada penyelenggara pemilu serta aparat keamanan yang telah berkomitmen menjaga proses demokrasi di Papua tetap berjalan secara jujur dan damai.

“Kami berdoa agar seluruh proses PSU diberkati Tuhan. Kiranya semua yang terlibat, dari penyelenggara hingga pemilih, dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,”* tutup Pdt. Edy Patty.

Tuhan Yesus Memberkati Papua

Seruan damai dari para pemuka agama ini diharapkan menjadi inspirasi dan kekuatan moral bagi warga Papua dalam menyongsong PSU dengan semangat persaudaraan, tanggung jawab, dan cinta tanah air.

Tuhan Yesus memberkati Papua. Mari kita jaga Papua tetap damai, untuk masa depan yang lebih baik.