Jakarta – Garda Nawacita menyebutkan bahwa hasil hitung cepat dari pilkada di seluruh Indonesia saat ini sedang menyatakan bahwa Indonesia mulai masuk ke babak baru. Yakni babak tanpa Partai Keadilan Sosial (PKS).

“Ini jadi babak baru, babak tanpa PKS, partai yang kerap kontroversi ini,” tegas Ketua Garda Nawacita Kelrey, hari ini.

Menurut dia, kemenangan di Jawa, menjadi sebuah fakta yang tak terelakkan bagi seluruh warga Indonesia. Buktinya, kata dia, PKS hancur di kandang sendiri.

“Tanah di Jawa Barat menjadi kuburan bagi partai PKS ini,” bebernya.

Selain itu, Rey juga membeberkan bukti lainnya selain di Jawa Barat yang dimenangkan pasangan Rindu, yaitu Jawa Tengah dengan kemenangan telak pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, dan Jawa Timur dengan kemenangan Khofifah, menyatakan bahwa PKS tenggelam di kandang sendiri.

Menurutnya, melihat dari perolehan suara yang seperti itu, sungguh Indonesia saat ini memiliki hari depan yang cukup cerah, bahkan menjanjikan, kecuali Sumatera Utara.

“Itu mah kita tertawakan saja,” kata dia.

Dikatakannya, kedewasaan pemilih Sumatera Utara ternyata sebelas duabelas dengan pemilih di DKI Jakarta. Mereka masuk pencilan. Lagipula, lanjut dia, daftar pemilih tetap di Sumatera hanya 10 juta. Tidak seberapa dibandingkan Jawa. Lagipula, Edy dan Ijek didukung Golkar, Nasdem, Hanura dan Perindo.

“Artinya untuk mengklaim kemenangan Gerindra dan PKS di Sumatera Utara, itu hanya mimpi di siang bolong. Modal mereka terbatas. Hanya nebeng nama saja begitu. Wajar dong?,” sindirnya.

Dengan kemenangan pasangan Rindu, Ganjar-Yasin, dan Khofifah di pulau Jawa, Rey memastikan bahwa Jokowi menang di Pilpres 2019. Sebab dia melihat sosok Jokowi menjadi sosok ideal dari rakyat Indonesia. Kemenangan Jokowi hampir dapat dipastikan, setidaknya memperoleh 70 persen suara atau lebih.

“Ini hanya prediksi prematur dari kami yang masih harus dikroscek validitas dan kepercayaannya,” sambung dia.

Dilanjutkannya, fakta tenggelamnya PKS di tahun 2018 ini benar-benar nyata, dengan keberadaan sosok pemimpin yang menjadi pilihan rakyat. Kekalahan PKS di Tanah Jawa, menjadi kekalahan yang akan berlanjut. Gerindra tidak mampu menarik perhatian lagi, karena sosok Prabowo yang semakin tidak jelas. Gerindra dan PKS diprediksi akan bubar, bahkan sebelum prediksi Prabowo yang mengatakan Indonesia akan bubar pada tahun 2030.

“Kalaupun tidak bubar, mereka akan gurem dan hanya menjadi penggembira selayaknya partai PBB yang baru muncul, dan partai Berkarya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Rey menegaskan partai-partai gurem ini akan habis dilindas, digilas oleh keberadaan partai-partai pendukung rakyat. Partai-partai penyuara rakyat seperti PDI-P, Hanura, PSI, Nasdem, dan partai-partai nasionalis lainnya akan menjadi partai yang dominan di hari depan.

Dominasi mereka, diisi oleh keberadaan kaum millennials di Indonesia. Keberadaan partai ini, akan menjadi penentu hari depan bangsa ini.
Kita melihat bagaimana koalisi gemuk Jokowi, benar-benar berisi dan berotot. Mereka penuh semangat. Jiwa nasionalisme yang ada di dalam diri anak-anak muda terus membakar semangat mereka.

Sedangkan api kemarahan dan api perpecahan yang disuarakan para kaum pemecah belah bangsa ini akan semakin lama semakin sirna, hilang, dan menjadi buih-buih yang tidak ada gunanya, selain dimusnahkan.

“Tuhan tidak tidur. Ia melihat dari surga, dan memperhatikan orang-orang yang takut akan Dia, dan orang-orang yang menakut-nakuti orang lain dan mengatasnamakan Dia. Tuhan tidak suka diseret-seret ke politik. Bahkan isu-isu politisasi ayat dan mayat, menjadi pertama dan terakhir digunakan di Jakarta,” paparnya.

Lebih jauh, Rey menyindir insiden di Jawa Barat, ada dua anak nakal yang sok-sokan pamer baju ganti presiden di penghujung perdebatan. Aksi ini membuat banyak pihak antipati terhadap pasangan Asyik yang tidak asyik ini.

“Malah menjadi sumber kekalahan bagi mereka. Ketidakbecusan mereka dalam memilih cara-cara politik yang baik, mengubur harapan mereka untuk memimpin,” sambung dia.

“Kualat kali sama Jokowi,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa PKS dan Gerindra sudah mau bubar. PKS sudah akan menjadi partai kosong seterusnya dan Gerindra akan menjadi partai Gerinbar alias Gerakan Internal Bubar.

“Evaluasi diri itu obatnya biar bergairah lagi. Sumut didukung partai pendukung Jokowi, terus mau mengharapkan siapa ?,” tandasnya.

 

Temukan juga kami di Google News.