Jakarta — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trilogi mengeluarkan seruan resmi kepada seluruh mahasiswa dan elemen pemuda untuk menjaga ruang gerakan tetap damai, terukur, dan bebas dari tindakan anarkistis di tengah meningkatnya dinamika sosial-politik nasional. Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam memastikan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi tetap berada dalam koridor konstitusi serta tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Dalam keterangan resminya, BEM Trilogi menegaskan bahwa kritik dan aksi demonstrasi merupakan instrumen sah dalam negara demokrasi. Namun, BEM menilai bahwa berbagai aksi yang berkembang di beberapa daerah akhir-akhir ini mulai memperlihatkan kecenderungan meluasnya provokasi, disinformasi, serta potensi penyusupan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Situasi tersebut dinilai dapat mengarah pada tindakan destruktif yang justru merugikan gerakan mahasiswa itu sendiri maupun masyarakat umum.
“Kami menyerukan agar seluruh elemen mahasiswa tetap mengedepankan nalar, etika gerakan, dan disiplin sosial. Aksi harus menjadi ruang edukatif, bukan ajang yang membuka peluang anarkisme. Mahasiswa punya tanggung jawab menjaga marwah intelektual,” ujar Presidium BEM Universitas Trilogi dalam pernyataannya.
BEM Trilogi menilai bahwa ruang advokasi publik harus diarahkan pada penyampaian substansi isu, dialog, serta penyusunan rekomendasi kebijakan, bukan pada eskalasi massa yang dapat memicu gesekan maupun kericuhan. BEM juga mengimbau mahasiswa agar selektif terhadap informasi yang beredar dan memastikan setiap gerakan dilakukan berdasarkan kajian yang valid serta koordinasi internal yang solid.
Lebih lanjut, BEM Trilogi menekankan pentingnya kolaborasi yang sehat antara mahasiswa, masyarakat sipil, dan institusi negara agar dinamika politik tidak berkembang menjadi instabilitas sosial. Mereka mengapresiasi setiap bentuk kritik kepada pemerintah, namun mengingatkan bahwa jalur konstitusional harus selalu menjadi prioritas.
“Kami menolak segala bentuk provokasi yang ingin menjadikan gerakan mahasiswa sebagai alat konflik. Aksi yang baik adalah aksi yang menjaga martabat bangsa. Kami mendukung gerakan yang argumentatif, damai, dan berorientasi solusi,” tegas BEM.
Sebagai penutup, BEM Universitas Trilogi mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama dalam menjaga kualitas demokrasi. Mereka berharap setiap aksi publik dapat berjalan secara damai, tertib, dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan