Jakarta – Menjadi pelopor persatuan dan menjadi garda terdepan keutuhan serta kemajuan bangsa, Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) menggelar diskusi dengan tema Generasi Milineal Penentu Nasib Bangsa Dan Negara Menuju Indonesia Emas 2014 dan dilanjutkan dengan deklarasi dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, di UP2YU Cafe and Resto Cikini Menteng Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).

 

Acara diskusi dihadiri para pemuda antar suku, ras, agama, golongan dan sejumlah tokoh muda nasional seperti Eka Sastra sebagai sekretaris jenderal PP AMPG dan Pinpin Bhaktiar sebagai Ketua Garda Pemuda Nasdem serta ikut meramaikan kelompok relawan Ahokers terlihat dilokasi acara mengikuti jalannya diskusi dan deklarasi 2019 KAMI Jokowi-M’aruf Amin.

 

“Terima kasih kepada seluruh generasi milineal serta para tokoh muda yang sudah menghadiri acara diskusi dan deklarasi pada kesempatan hari ini,  KAMI awalnya digagas oleh sejumlah pemuda dan mahasiswa sebagai wadah persatuan untuk pemuda yang sadar akan perannya dalam membangun  dan menjaga persatuan bangsa menuju indonesia emas 2045 secara aktif secara politik maupun kreatif,” ungkap Rosyid Al Walid selaku Ketua Pressedium KAMI dalam sambutannya.

 

Rosyid Al Walid juga menambahkan bahwa Indonesia saat ini butuh anak muda yang bisa menjadi garda terdepan untuk tidak larut dalam hoax dan framing media yang tidak produktif.

 

“Di Pilpres 2019 jangan ada produksi hoax lagi,” terang Rasyid Al-Walid.

 

Rosyid Al Walid menghimbau agar generasi Millaneal harus dapat berpartisipasi dalam momentum politik dan harus berpolitik dengan santun, juga menjadi garda terdepan untuk memerangi hoax yang dapat memecah belah bangsa.

 

Eka Satra selaku Anggota DPR RI Partai Golkar sekaligus Sekjend AMPG menuturkan bagi pemuda Milineal untuk dapat membuat tradisi baru, bila ingin berpolitik jangan terlalu berat, gunakan pendekatan kreatif dan pemuda bagian dari solusi serta Pemuda harus selalu berfikir positif dan anti hoax.

 

DPP Garda pemuda Nasdem Pipin Bakhtiar juga berpesan kepada para pemuda bahwa politik bagi anak muda harus dari panggilan nurani dan menjadi duta bangsa yang mempunyai spirit keberagaman, tingkat kompetensi diri, dan pertahanan ideologi serta beridealisme yang mendarah daging.